Arsitektur Gunadarma Goes to Korea
Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan
tentang perjalanan saya dan kawan – kawan saya ke negeri ginseng yaitu Korea. Korea
adalah tempat destinasi yang saya pilih pada Kuliah Lapangan Arsitektur (KLA)
atau biasa disebut studi ekskursi. Studi ekskursi ini adalah salah satu mata
kuliah yang wajib di ikuti di jurusan Arsitektur pada Universitas Gunadarma,
dengan tujuan agar kami dapat lebih memahami perbedaan – perbedaan dalam hal
arsitektural pada negara lain. Dan kami di berikan tugas untuk membuat sebuah
sinema tentang beberapa bangunan disana.
Next, saya akan menceritakan perjalanan saya selama
di Korea (8 – 13 April 2018) dari mulai berangkat sampai dengan pembuatan
sinematografi beserta travelingnya (yuhuuu~).
Pada hari keberangkatan, pesawat kami dijadwalkan jam
12 malam, agar sampai disana pada pagi hari tepatnya jam 9 pagi waktu Korea
(jam 7 pagi waktu Indonesia).
Hari pertama, setelah kami sampai di Incheon
Internasional Airport, kami disambut dengan cuaca yang cukup dingin karena disana
sedang peralihan musim dari musim dingin dan musim semi, kami lunch dahulu
kemudian berangkat ke Nami Island (남이섬) pada pukul 1 siang. Nami
Island ini adalah salah satu tempat destinasi yang terkenal di Korea. Nami
Island terletak di Chuncheon-si, Gangwon-do, South Korea. Nami Island ini mulai
terkenal saat dijadikan sebagai salah satu setting tempat pad film Winter Sonata.
Untuk ke Nami Island kami harus naik kapal dahulu untuk menyebrangi laut.
Hari kedua, kami ke Seoraksan National Park (설악산천연보호구역) yang terletak di Seo-myeon, Yangyang-gun, South
Korea. Disana terdapat patung Buddha yang sangat besar. Dan banyak batu – batu yang
di tumpuk, sebagai wish menurut keyakinan disana.
Setelah dari Seoraksan National Park kami lunch,
kemudian berangkat menuju Lotte World Tower. Lotte World Tower (롯데 월드 타워) ini
menjadi objek untuk pembuatan sinema kelompok saya. Lotte World Tower adalah
gedung tertinggi ke-5 di dunia, dengan jumlah lantai 123 (1,819ft), terletak di
300 Olympic-ro, Jamsil 6(yuk)-dong, Songpa-gu, Seoul, South Korea. Lotte World
Tower memiliki macam – macam fasilitas, salah satunya adalah Seoul Sky pada
lantai 117-119. Lotte World Tower juga terdiri dari mall, hotel, dan tempat
rekreasi (indoor maupun outdoor). Tempat rekreasi tersebut termasuk tempat
rekreasi indoor terbesar di dunia. Disini saya mendapatkan kendala saat proses
pengambilan gambar, anginnya pada saat itu sangat kencang, juga keterbatasan
waktu dan tempat.
Hari ketiga, kami ke National Folk Museum (국립민속박물관), terletak di halaman luar Gyeongbokgung Palace, Jongno-gu,
Seoul, South Korea. Disana terdapat sejarah dan peninggalan – peninggalan Korea
dari beberapa zaman.
Kemudian kami ke Bukchon Hanok Village (북촌한옥마을) yang terletak di antara Istana Gyeongbok dan Istana Changdeok. Bukchon
bermakna Kampung Utara dikarenakan berlokasi di sebelah utara Sungai Cheonggye
(Cheonggyecheon) dan Jongno.
Setelah dari Bukchon Hanok Village, sorenya kami ke
Dongdaemung Design Plaza (DDP). Dongdaemun Design Plaza ini adalah salah satu
karya dari Zaha Hadid.
Hari keempat, kami ke Namsangol Hanok Village (남산골한옥마을), Myeongdong (명동) dan Namdaemun Market (남대문시장). Sayangnya saya tidak mengambil foto saat di
Myeongdong dan Namdaemun Market karena terlalu asik berbelanja.
.
Hari kelima, ini adalah hari dimana saya harus
kembali ke Indonesia. Tetapi, sebelum saya dan kawan – kawan kembali ke
Indonesia, kami mengunjungi Songdo G Tower (G 타워) dan Songdo Central Park (센트럴파크) (Foto diambil dari lantai 33 Songdo G Tower).
Itulah beberapa tempat yang saya datangi saat di
Korea, terimakasih dan sampai jumpaJ

























