Jumat, 25 Mei 2018

KLA

Arsitektur Gunadarma Goes to Korea

Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan tentang perjalanan saya dan kawan – kawan saya ke negeri ginseng yaitu Korea. Korea adalah tempat destinasi yang saya pilih pada Kuliah Lapangan Arsitektur (KLA) atau biasa disebut studi ekskursi. Studi ekskursi ini adalah salah satu mata kuliah yang wajib di ikuti di jurusan Arsitektur pada Universitas Gunadarma, dengan tujuan agar kami dapat lebih memahami perbedaan – perbedaan dalam hal arsitektural pada negara lain. Dan kami di berikan tugas untuk membuat sebuah sinema tentang beberapa bangunan disana.
Next, saya akan menceritakan perjalanan saya selama di Korea (8 – 13 April 2018) dari mulai berangkat sampai dengan pembuatan sinematografi beserta travelingnya (yuhuuu~).
Pada hari keberangkatan, pesawat kami dijadwalkan jam 12 malam, agar sampai disana pada pagi hari tepatnya jam 9 pagi waktu Korea (jam 7 pagi waktu Indonesia).
Hari pertama, setelah kami sampai di Incheon Internasional Airport, kami disambut dengan cuaca yang cukup dingin karena disana sedang peralihan musim dari musim dingin dan musim semi, kami lunch dahulu kemudian berangkat ke Nami Island (남이섬) pada pukul 1 siang. Nami Island ini adalah salah satu tempat destinasi yang terkenal di Korea. Nami Island terletak di Chuncheon-si, Gangwon-do, South Korea. Nami Island ini mulai terkenal saat dijadikan sebagai salah satu setting tempat pad film Winter Sonata. Untuk ke Nami Island kami harus naik kapal dahulu untuk menyebrangi laut.


Hari kedua, kami ke Seoraksan National Park (설악산천연보호구역) yang terletak di Seo-myeon, Yangyang-gun, South Korea. Disana terdapat patung Buddha yang sangat besar. Dan banyak batu – batu yang di tumpuk, sebagai wish menurut keyakinan disana.

 
Setelah dari Seoraksan National Park kami lunch, kemudian berangkat menuju Lotte World Tower. Lotte World Tower (롯데 월드 타워) ini menjadi objek untuk pembuatan sinema kelompok saya. Lotte World Tower adalah gedung tertinggi ke-5 di dunia, dengan jumlah lantai 123 (1,819ft), terletak di 300 Olympic-ro, Jamsil 6(yuk)-dong, Songpa-gu, Seoul, South Korea. Lotte World Tower memiliki macam – macam fasilitas, salah satunya adalah Seoul Sky pada lantai 117-119. Lotte World Tower juga terdiri dari mall, hotel, dan tempat rekreasi (indoor maupun outdoor). Tempat rekreasi tersebut termasuk tempat rekreasi indoor terbesar di dunia. Disini saya mendapatkan kendala saat proses pengambilan gambar, anginnya pada saat itu sangat kencang, juga keterbatasan waktu dan tempat.



Hari ketiga, kami ke National Folk Museum (국립민속박물관), terletak di halaman luar Gyeongbokgung Palace, Jongno-gu, Seoul, South Korea. Disana terdapat sejarah dan peninggalan – peninggalan Korea dari beberapa zaman.

 
  
  

Kemudian kami ke Bukchon Hanok Village (북촌한옥마을) yang terletak di antara Istana Gyeongbok dan Istana Changdeok. Bukchon bermakna Kampung Utara dikarenakan berlokasi di sebelah utara Sungai Cheonggye (Cheonggyecheon) dan Jongno.


Setelah dari Bukchon Hanok Village, sorenya kami ke Dongdaemung Design Plaza (DDP). Dongdaemun Design Plaza ini adalah salah satu karya dari Zaha Hadid.


Hari keempat, kami ke Namsangol Hanok Village (남산골한옥마을), Myeongdong (명동) dan Namdaemun Market (남대문시장). Sayangnya saya tidak mengambil foto saat di Myeongdong dan Namdaemun Market karena terlalu asik berbelanja.

. 

Hari kelima, ini adalah hari dimana saya harus kembali ke Indonesia. Tetapi, sebelum saya dan kawan – kawan kembali ke Indonesia, kami mengunjungi Songdo G Tower (G 타워) dan Songdo Central Park (센트럴파크) (Foto diambil dari lantai 33 Songdo G Tower).


Itulah beberapa tempat yang saya datangi saat di Korea, terimakasih dan sampai jumpaJ