Minggu, 24 April 2016

Ilmu Budaya Dasar (IBD)

Manusia dan Cinta Kasih

A.      Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus bahasa Indonesia karya W.J.S.Purwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka atau sayang ataupuun sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang/cinta atau menaruh belas kasihan. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas  kasihan.
Cinta memiliki tiga tingkatan : tinggi , menengah, dan rendah. Tingkatan cinta tersebut berdasarkan firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya :
“katakanlah : jika bapak – bapak, anak – anak, saudara – saudara, istri – istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah – rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad dijalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang – orang fasik.”
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami, dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina, dan merusak rasa kemanusiaan. Bentuknya beraneka ragam, misalnya :
1.       Cinta kepada thagut. Thagut adalah syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan.
2.       Cinta berdasarkan hawa nafsu.
3.     Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri/suami, perniagaan dan tempat tinggal.

B.      Cinta Menurut Ajaran Agama
Berbagai bentuk cinta ini bias kita dapatkan dalam kitab suci Al – Qur’an :
1.       Cinta Diri (QS, al-“Adiyat, 100:8) & (QS, Fushilat, 41:49)
2.       Cinta Kepada Sesama Manusia
3.       Cinta Seksual (QS, Ar-Rum, 30:21)
4.       Cinta Kebapakan (QS, Maryam, 19:4-6), (QS, Yusuf, 12:84), & (QS, Hud, 11:45)
5.       Cinta Kapada Allah (QS, Ali Imran, 3:31)
6.       Cinta Kepada Rasul

C.      Kasih Sayang
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam – macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
1.       Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
2.       Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
3.       Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
4.       Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Ada bermacam kasus kasih sayang dalam kehidupan. Semua orang tua mengharapkan kehidupan anaknya bahagia. Karena itu, tidak sedikit orang tua menumahkan kasih sayang secara berbeda – beda sesuai kemampuannya dan pendapatannya. Ada yang secara berlebihan, disiplin, memberikan kebebasan dan sebagainya. Karena itu ada yang berhasil da nada juga yang gagal.

D.      Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

E.       Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai, dan makna kehidupan yang sebenarnya.

F.       Belas Kasihan
Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan, yang perlu kita kasihani antara lain : yatim piatu, orang – orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris, pengemis yang benar – benar tidak mampu bekerja, orang sakit di rumah sakit, orang cacat, masyarakat kita yang hidup menderita, dan sebagainya. Orang – orang itu umumnya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.
Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung pada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan, dan sebagainya.

G.     Cinta Kasih Erotis

Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga barang kali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar