Minggu, 24 April 2016

Ilmu Budaya Dasar (IBD)

Manusia dan Penderitaan

A.      Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu bisa lahir atau batin, atau lahir batin.
Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya? Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal – soal psikis yang dihadapinya.

B.      Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis :
1.       Kebimbangan
Dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
2.       Kesepian
Dialami oleh seseorang yang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun dia dilingkungan ramai.
3.       Ketakutan
Merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
a.       Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruang tertutup. Agoraphobia ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
b.      Gamang
Ketakutan bila seseorang berada ditempat yang tinggi.
c.       Kegelapan
Suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
d.      Kesakitan
Ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
e.      Kegagalan
Ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.

C.      Kekalutan Mental
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1.       Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
2.       Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.

Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
1.       Kepribadian yang lemah
2.       Terjadinya konflik sosial budaya
3.       Cara pematangan batin yang salah

Penderita kekalutan banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1.       Kota – kota besar yang banyak memberikan tantangan – tantangan hidup yang berat, sehingga orang merasa dikejar – kejar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara itu sebagian orang tidak mau tau penderitaan atau keperluan hidp orang lain.
2.       Anak – anak usia muda yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau diidam – idamkan, karena tidak berimbangnya kemampuan dan tujuan.
3.       Wanita pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau perasaannya, tetapi sulit mengeluarkan perasaannya tersebut, sementara mereka memiliki kondisi tubuh yang lemah.
4.       Orang yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan, bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi.
5.       Orang yang terlalu mengejar materi

D.      Penderitaan dan Perjuangan
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada dan disertai do’a kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.

E.       Penderitaan, Media Masa dan Seniman
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesame manusia terutama bagi yang merasa simpati.

F.       Penderitaan dan Sebab – sebabnya
Sebab – sebab timbulnya penderitaan dapat diperinci sebagai berikut :
1.       Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
2.       Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan

G.     Pengaruh Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam – macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul bisa berupa sikap positif atau sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu hanya bagian kehidupan.

Contoh Study Kasus
Contoh kasus yang berkaitan dengan manusia dan penderitaan adalah berita bocah kelas 3 SD yang dicubit ibu tiri sampai berdarah. Hal tersebut merupakan kejadian yang pasti tidak diinginkan pada setiap anak kecil. Selain terluka jasmaninya bisa pula terluka rokhaninya, sehingga dapat menimbulkan penderitaan pada anak tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar