Minggu, 24 April 2016

Ilmu Budaya Dasar (IBD)

Manusia dan Penderitaan

A.      Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu bisa lahir atau batin, atau lahir batin.
Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya? Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal – soal psikis yang dihadapinya.

B.      Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis :
1.       Kebimbangan
Dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.
2.       Kesepian
Dialami oleh seseorang yang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun dia dilingkungan ramai.
3.       Ketakutan
Merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
a.       Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruang tertutup. Agoraphobia ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
b.      Gamang
Ketakutan bila seseorang berada ditempat yang tinggi.
c.       Kegelapan
Suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap.
d.      Kesakitan
Ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami.
e.      Kegagalan
Ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.

C.      Kekalutan Mental
Gejala – gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1.       Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
2.       Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.

Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
1.       Kepribadian yang lemah
2.       Terjadinya konflik sosial budaya
3.       Cara pematangan batin yang salah

Penderita kekalutan banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1.       Kota – kota besar yang banyak memberikan tantangan – tantangan hidup yang berat, sehingga orang merasa dikejar – kejar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara itu sebagian orang tidak mau tau penderitaan atau keperluan hidp orang lain.
2.       Anak – anak usia muda yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau diidam – idamkan, karena tidak berimbangnya kemampuan dan tujuan.
3.       Wanita pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau perasaannya, tetapi sulit mengeluarkan perasaannya tersebut, sementara mereka memiliki kondisi tubuh yang lemah.
4.       Orang yang tidak beragama tidak memiliki keyakinan, bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi.
5.       Orang yang terlalu mengejar materi

D.      Penderitaan dan Perjuangan
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada dan disertai do’a kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.

E.       Penderitaan, Media Masa dan Seniman
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesame manusia terutama bagi yang merasa simpati.

F.       Penderitaan dan Sebab – sebabnya
Sebab – sebab timbulnya penderitaan dapat diperinci sebagai berikut :
1.       Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
2.       Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan

G.     Pengaruh Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam – macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul bisa berupa sikap positif atau sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu hanya bagian kehidupan.

Contoh Study Kasus
Contoh kasus yang berkaitan dengan manusia dan penderitaan adalah berita bocah kelas 3 SD yang dicubit ibu tiri sampai berdarah. Hal tersebut merupakan kejadian yang pasti tidak diinginkan pada setiap anak kecil. Selain terluka jasmaninya bisa pula terluka rokhaninya, sehingga dapat menimbulkan penderitaan pada anak tersebut.

Ilmu Budaya Dasar (IBD)

Manusia dan Keindahan

A.      Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, dan sebagainya. Keindahan dapat dibedakan menurut luasnya pengertian, yakni :
1.       Keindahan dalam arti yang luas. Merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Meliputi keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.
2.    Keindahan dalam arti estetis murni. Menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya.
3.     Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Hanya menyangkut benda – benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni keindahan dari bentuk dan warna.

B.      Nilai Estetik
Tentang nilai ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan intrinsik.
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.

C.      Kontemplasi dan Ekstansi
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila kontempalsi dan ekstansi dihubungan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong untuk merasakan, dan menikmati keindahan.

D.      Apa Sebab Manusia Menciptakan Keindahan?
Keindahan itu pada dasarnya alamiah. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan, dan tidak kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenarnya, justru tidak indah. Bila ada pemain drama yang berlebih – lebihan; misalnya marah dengan meluap – luap padahal masalahnya kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tidak berharga kemudian menangis meraung – raung, itu berarti tidak indah.

E.       Keindahan Menurut Pandangan Romantik
Dalam buku AN Essay On Man (1945), Ems Cassirer mengatakan bahwa arti keindahan tidak bias pernah selesai diperdebatkan. Meskipun demikian, menurut John Keats, orang yang mempunyai konsep keindahan hanya tertentu jumlahnya. Mereka mempunyai negative capability, yaitu kemampuan untuk selalu dalam keadaan ragu – ragu, tidak menentu dan misterius tanpa menggangu keseimbangan jiwa dan tindakannya hanya pikiran dan hatinya selalu diliputi keresahan.

F.       Renungan
Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori – teori itu ialah :
1.       Teori Pengungkapan
Teori pengungkapan menurut Leo Tolstoi, dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan seseorang yang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara, dan bentuk yang diungkapkan dalam kata – kata memindahkan perasaan itu sehingga orang – orang mengalami perasaan yang sama.
2.       Teori Metafisik
Teori seni yang bercorak metafisik merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya – karya tulisannya untuk sebagian membahas estetika filsafat, konsepsi keindahan dan teori seni.
3.       Teori Psikologis
Sebuah teori lagi yang dapat dimasukan dalam teori psikologis ialah teori penandaan (signification Theory) yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia. Menurut teori penandaan itu karya seni adalah iconic signs (tanda serupa) dari proses psikologis yang berlangsung dalam diri manusia, khususnya tanda – tanda dari perasaannya.

G.     Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, yang artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena, dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran, dan seimbang.
1.       Teori Subyektif dan Teori Obyektif
Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri – ciri yang menciptakan nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.
Teori subyektif menyatakan, bahwa ciri – ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.
2.       Teori Perimbangan

Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka – angka. Keindahan dianggap sebagai kualita dari benda – benda yang disusun (yakni mempunyai bagian – bagian). Hubungan dari bagian – bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan ata perbandingan angka – angka.

Ilmu Budaya Dasar (IBD)

Manusia dan Cinta Kasih

A.      Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus bahasa Indonesia karya W.J.S.Purwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka atau sayang ataupuun sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang/cinta atau menaruh belas kasihan. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas  kasihan.
Cinta memiliki tiga tingkatan : tinggi , menengah, dan rendah. Tingkatan cinta tersebut berdasarkan firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya :
“katakanlah : jika bapak – bapak, anak – anak, saudara – saudara, istri – istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah – rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad dijalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang – orang fasik.”
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami, dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina, dan merusak rasa kemanusiaan. Bentuknya beraneka ragam, misalnya :
1.       Cinta kepada thagut. Thagut adalah syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan.
2.       Cinta berdasarkan hawa nafsu.
3.     Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri/suami, perniagaan dan tempat tinggal.

B.      Cinta Menurut Ajaran Agama
Berbagai bentuk cinta ini bias kita dapatkan dalam kitab suci Al – Qur’an :
1.       Cinta Diri (QS, al-“Adiyat, 100:8) & (QS, Fushilat, 41:49)
2.       Cinta Kepada Sesama Manusia
3.       Cinta Seksual (QS, Ar-Rum, 30:21)
4.       Cinta Kebapakan (QS, Maryam, 19:4-6), (QS, Yusuf, 12:84), & (QS, Hud, 11:45)
5.       Cinta Kapada Allah (QS, Ali Imran, 3:31)
6.       Cinta Kepada Rasul

C.      Kasih Sayang
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam – macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
1.       Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
2.       Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
3.       Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
4.       Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Ada bermacam kasus kasih sayang dalam kehidupan. Semua orang tua mengharapkan kehidupan anaknya bahagia. Karena itu, tidak sedikit orang tua menumahkan kasih sayang secara berbeda – beda sesuai kemampuannya dan pendapatannya. Ada yang secara berlebihan, disiplin, memberikan kebebasan dan sebagainya. Karena itu ada yang berhasil da nada juga yang gagal.

D.      Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

E.       Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai, dan makna kehidupan yang sebenarnya.

F.       Belas Kasihan
Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita menumpahkan belas kasihan, yang perlu kita kasihani antara lain : yatim piatu, orang – orang jompo yang tidak mempunyai ahli waris, pengemis yang benar – benar tidak mampu bekerja, orang sakit di rumah sakit, orang cacat, masyarakat kita yang hidup menderita, dan sebagainya. Orang – orang itu umumnya menderita lahir dan batin dan umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.
Berbagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung pada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan, dan sebagainya.

G.     Cinta Kasih Erotis

Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Pada hakekatnya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga barang kali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.

Kamis, 24 Maret 2016

Ilmu Budaya Dasar (IBD)

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTERAAN

1. Pendekatan Kesusastraan
IBD merupakan basic humanities yang bersal dari bahasa inggris the humanities yang berarti manusiawi, lebih dan halus. Pada umumnya humanities dikaitkan dengan ideology dan filsafat oleh karena itu dijadikan sebgai ilmu ilmu kemanusiaan, ada juga yang menerjemahkan menjadi pengetahuan budaya.
Hampir setiap saat seni mengambil peran penting dalam the humanities karena seni merupakan ekspresi yang bersifat tidak formatif. Hampir setiap zaman sastra memiliki peranan penting,karena sastra mempergunakan bahasa,sastra juga mudah berkomunikasi.
Cabang cabang seni yang lain pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sastra juga didukung oleh cerita yang mana orang akan tertarik dengan cerita. Oleh karena itu karya seni memeliki peranan penting.

2. Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa
Dalam kesusasteraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru, yakni :
  1. Prosa lama meliputi :
§  Dongeng-dongeng
§  Hikayat
§  Sejarah
§  Epos
§  Cerita pelipur lara
  1. Prosa baru meliputi :
§  Cerita pendek
§  Novel
§  Biografi
§  Kisah
§  Aoutobiografi


3. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Adapun nilai –nilai yang diperoleh pembaca antara lain
  • Prosa fiksi memberikan kesenangan
Pembaca dapat pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa dan kejadian yang dikisahkan.
  • Prosa fiksi memberikan informasi
Kadangakala prosa fiksi memberikan informasi yang tidak ada pada ensklopedia.
  • Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa dapat menstimulasi imaginasi, dan merupakan sarana warisan budaya.
  • Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa seseorang dapat menilai banyak individu dan memberikan penilain tersendiri terhadap peristiwa – peristiwa yang telah terjadi.

Karya sastra dapat menyuarakan aspirasi zamannya yg mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya.
Karya sastra yang menyeruakkan gejolak zaman biasanya mengajak pembaca untuk tidak melakukan sesuatu dan hanya merenung.
Kedua karya sastra ini menyampaikan masalah dengan cara adanya interaksi antara para tokoh yang menyampaikan berbagai macam cerita yang diberikan.

4. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang unsur dari kebudayaan.
Kepuitisan, keartristikan, dan estetika bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair.
  1. Figura bahasa,menyebabkan puisi menjadi segar, hidup, dan penuh warna
  2. Kata - kata yang ambiguitas
  3. Kata - kata berjiwa
  4. Kata - kata konotatif
  5. Pengulangan

Adanya hubungan antara puisi dan kebudayaan
§  Hubungan puisi dengan pengalaman manusia
Para penyair membuat puisi cenderung kepada pengalaman pribadi yang mereka tuangkan melalui tulisan kemudia dicerna oleh para pembaca yang cendreng mengaitkan terhadap dirinya sendiri
  1. Puisi dan keinsyafan/kesadaran manusia
  2. Puisi dan keinsyafan sosial

Puisi juga memberikan manuisia tentang manusia sebagai makhluk sosial yang terlibat dalam isu problem sosial.
§  Penderitaan atas ketidakadilan
§  Perjuangan dan kekuasaan
§  Konflik dengan sesama
§  Pemberontakan terhadap hokum tuhan

Puisi umumnya sarat akan nilai etika, estetik, dan kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi adalah cinta kasih.


Contoh Kasus


Novel HUJAN ini memang penuh dengan misteri. Pertama, dari judulnya sudah membuat orang penasaran dan ‘kena’ karena kosakata hujan sendiri sangat berkaitan dengan perasaan seseorang. Kedua, sinopsis di belakang bukunya, bayangkan saja disitu hanya disebutkan tentang persahabatan, tentang cinta, tentang melupakan, tentang perpisahan dan yang terakhir tentang hujan.

Novel HUJAN ini memang istimewa. Tema yang diusung gak sesederhana tema novel romantis kebanyakan. Porsinya tak hanya untuk seputar cinta remaja melainkan ada bumbu-bumbu ilmiahnya. Imajinasimu benar-benar akan dibuat terbang oleh Tere Liye.

Ilmu Budaya Dasar (IBD)

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

1. Manusia
Manusia di dunia ini memegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu – ilmu sosial, manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi), makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), manusia yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yang berbudaya, disebut homo-humanus (fisafat), dan lain sebagainya.

2. Hakekat Manusia
a.   Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan utuh
b.   Makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk yang lainnya
c.       Makhluk biokultural, makhluk hayati yang budayawi
d.  Makhluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

3. Kepribadian Bangsa Timur
Ilmu psikologi yang memang berasal dan timbul dalam masyarakat barat, dimana individu itu mengambil tempat yang amat penting biasanya menganalisis jiwa manusia. Sampai sekarang, ilmu psikologi Negara barat mengembangkan konsep teori mengenai warna isi jiwa. Ia mengembangkan manusia sebagai mahluk sosial budaya yang memiliki 8 ciri, yakni :
a.    Nomor bagan terluar 7 dan 6, merupakan bagan dari rasa tak sadar pada mahluk hidup sehingga, hal ini menyebabkan segala tindakan berada dialam bawah sadarnya
b.  Bagan no.5 yakni bagian dari bagan kesedaran yang tidak dinyatakan oleh si pemilik,hal ini merupakan isi hati yang tidak dapat dipublikasikan
c.    Bagan no.4 yakni, kesadaran yang dinyatakan, artinya hal ini mengandung beberapa gagasan dan ide ide seseorang yang dapat dinyatakan kepada sesamanya tanpa adanya keberatan apapun
d.    Bagan no.3 disebut lingkar hubungan karib, dimana mengandung konsepsi pemilik ingatan untuk memandang orang,benda,dan hal hal kehidupannya sebagai tempat mencurahkan isi hati dan biasanya ada dalam lingkaran orang yang dapat dipercayainya
e.    Bagan no.2 disebut sebagai lingkungan berguna , yakni dimana mereka memandang orang atau hal yang mereka sukai memiliki fungsi atau tidak didalam kehidupannya kelak
f.    Bagan no.1 disebut lingkaran hubungan jauh,terdiri dari pikiran dan sika[p dalam alam jiwa manusia tentang manusia, benda dan alam sekitarnya
g.    Bagan no.0 disebut sebgai lingkungan luar, diamna pikiran ini hanya ada terhadap hal hal yang hanya beberapa saat kita lihat atau kesan pertama dan kita akan bersikap masa bodoh.

4. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan jika dikaji bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah, jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya”. Budaya juga dapat diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola – pola perilaku yang ditularkan secara sosial, yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu. (Keesing, jilid I, 1989 ; hal 68).
“kebudayaan adalah kompleks yang mencangkup pengetahuan,kepercayaan,kesenian moral ,hokum,adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat” e.b tylor(1871)
Selo sumarjan dan soelaeman soemardi “kebudayaan sebagai semua hasil karya,rasa dan cipta masyarakat”
Sutan takdir alisyahbana “kebudayaan adalah manifesti dari cara berpikir”

5. Unsur – Unsur Kebudayaan
C.Kulckhohn didalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal, yaitu :
a.    Sistem religi (sistem kepercayaan)
b.    Sistem organisasi kemasyarakatan
c.    Sistem pengetahuan
d.    Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
e.    Sistem teknologi dan peralatan
f.    Bahasa
g.    Kesenian

6. Wujud Kebudayaan
Menurut Dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud, yaitu :
a.    Kompleks gagasan,konsep dan pikiran manusia
Wujud ini disebut system budaya sifatnya abstark,tidak dapat dilihat dan berpusat pada kepala manusia penganutnya.

b.    Kompleks aktivitas
Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi ,konkret,dapat di observasi

c.    Wujud sebagai benda
Aktivis manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari penggunaan hasil karya.

7. Orientasi Nilai Budaya
Hakekat manusia menurut c. kluckhohn :
a.    Hakekat hidup manuasia (MH)
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secra ekstem,ada yg berusaha untuk memadamkan hidup,ada pula yang dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup hal yang baik ”mengisi hidup”.
b.    Hakekat karya manusia (MK)
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda,diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup.
c.    Hakekat waktu manusia (WM)
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda,ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau.

d.    Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi.

e.    Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan dengan manusia.

8. PERUBAHAN KEBUDAYAN
Terjadinya gerak/ perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
a.    Sebab – sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk
b.    Sebab sebab perubahan lingkungan fisik tempat mereka hidup.

Perubahan kebudayaan terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan ertentu dihadapkan pada unsure kebudayaan asing sehingga lambat laun diterima oleh masyarakat luas

9. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Proses dialektis melalui tiga tahap, yakni :
a.    Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan
b.    Objektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realitas objektif,yaitu kemyataan terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia
c.    Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.


Contoh Kasus
          Pada saat ini kebudayaan trend hijab sedang digandrungi oleh kalangan remaja, bahkan saat ini tidak hanya remaja saja, orang dewasa pun banyak yang mengikuti trend hijab ini.
          Hal ini adalah salah satu fenomena kebudayaan, dimana hijab pada zaman sekarang sangat berbanding terbalik dengan zaman sebelumnya, hijab sekarang sering disebut sebagai salah satu modernisasi. Salah satu contohnya adalah hijab style Zaskia Adya Mecca.


          Perkembangan trend ini mempunyai sisi yang positif dan negative, tergantung dari bagaimana kita menyikapi trend ini.